Kamis, 18 September 2014

Back to School ( for a temporary)

    Sudah lamaa sekali aku tidak meng up date berita tentang kegiatan belajar anak2ku..dikarenakan kemalasanku dan tidak adanya cukup waktu..karena pekerjaanku yang sehari2nya cukup membuatku tidak mood berada di depan komputer.
    Setelah menjalani Homeschooling selama tiga tahun lebih...akhirnya dengan sangat berat hati aku memutuskan untuk mengembalikan Syamil dan Nisrina ke Sekolah....alasannya karena aku punya keterbatasan kemampuan, waktu dan dana untuk melanjutkan proses belajar mereka di rumah....apalagi kurikulum 2013 yang saya dapati informasinya  lebih baik karena mengutamakan pembangunan karakter bagi anak serta sistem penilaian yang baru tidak menggunakan angka nominal untuk memberi penilaian bagi hasil belajar anak, agak melegakan aku...jadinya selepas Syamil lulus Ujian kesetaraan Paket A Bulan Juni lalu, segera saja aku mendaftarkan Syamil di sekolah SMP Swasta terbaik namun terjangkau yang dekat tempat tinggal kami..
     Sang Adik Nisrina juga akhirnya kupindahkan ke sekolah formal dengan pertimbangan dia akan kesepian bila belajar sendirian, karena sang kakak akan seharian menghabiskan waktu di sekolah. Maka walau dengan penuh perdebatan mengenai mekanisme perpindahan jalur non formal ke formal dan kebaikan sang kepala sekolah SD negeri yang kebetulan masih family, Ninis bisa diterima di kelas empat SD..
Kini setelah dua bulan lebih mereka kembali kesekolah rasanya tidak banyak hambatan bagi mereka menyesuaiakan diri di lingkungan sekolah yang baru, Alhamdulillah
     Namun aku berharap anak2ku bisa ber HS lagi nanti saat SMU..karena saat itulah bagiku saat yang paling menentukan dalam penguatan motivasi, mengeksplorasi agar lebih  fokus  pada passion mereka masing2...sambil memperkaya bahasa asing dan keahlian mereka di bidang yang mereka sukai tanpa di pusingkan oleh mata pelajaran yang tidak relevan dengan pekerjaan mereka nantinya.
     Aku juga punya target usia 18 tahun bagi anak2 ku adalah masa dimana mereka belajar mandiri dan mengasah jiwa enterpreunership nya..harapanku adalah mereka  bisa sukses semuda mungkin, mandiri sedini mungkin..mungkin kedengarannya seperti didikan orang barat yah..yang "mengusir" anaknya keluar rumah dan menyuruhnya cari uang jajan sendiri..pada usia 18 tahun,,karena di usia itulah anak dianggap dewasa dan sudah bebas melakukan apa saja dan bebas dari perwalian orangtua..tentu aku tidak seekstrim itu..aku hanya ingin mengadaptasi sebagian yang menurutku baik.
     Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai rencana aku dan suamiku..demi kehidupan anak2ku yang lebih baik dimasa depannya
Ninis mau berangkat sekolah untuk latihan pramuka

Syamil saat MOS di SMP, masih pakai seragam SD 


Rabu, 20 Februari 2013

Melukis diatas kaos

Kali ini aku mengajak anak-anakku untuk belajar melukis diatas kaos. cat yang digunakan adalah cat akrilik yang kubeli di toko buku dekat rumah. sedangkan kaos yang digunakan adalah kaos polos berwarna warni. Sebenarnya untuk melukis lebih baik menggunakan kaos polos berwarna putih. karena penggunaan cat jadi lebih irit dan warnanya lebih cemerlang.

Gambar yang kubuat tidak begitu rumit karena aku dan anak-anakku tidak terlalu pandai menggambar. jadi hanya gambar sederhana dan tulisan sederhana  saja. kelihatan Ninis lebih suka dan telaten mengerjakannya, sedang Syamil kurang begitu antusias karena baru setengah jadi eehh malah ditinggal tidur, ngantuk katanya...



bagiku melukis kaos  sendiri jauh lebih murah daripada membeli. Selain itu juga kita bisa sesuka hati melukis apa yang kita inginkan. tul ngga.....

Blog pribadi untuk anak-anakku



Akhirnya Anak-anakku punya blog pribadi mereka sendiri!!!. Tentu bukan aku yang memaksa ataupun membujuknya. Mereka melihat sendiri bila aku sedang menulis blog dan banyak bertanya tentang bagaimana cara membuatnya. Mereka tertarik dan ingin punya sendiri.Tentu dengan senang hati aku buatkan sekaligus aku ajarkan cara membuat dan mendandani blognya supaya tampilannya  keren, ternyata mereka sukaaa sekali.

Nah Blog mereka memang masih menginduk pada akun gmail milikku, agar mudah dikontrol. Blog milik syamil dinamai Syamil Muzhaffar Journey, ini linknya blognya Syamil, sedangkan milik Ninis dinamai Nisrina Qanita Fathin Blog, ini linknya blognya Ninis.

Aku sih mendorong mereka untuk menulisnya dengan bahasa inggris, agar mereka semakin terbiasa menulis dengan bahasa inggris. memiliki blog sendiri tentu sangat positif dan melatih banyak hal buat mereka. selain kemampuan mengoperasikan komputer, pengetahuan tentang dunia informasi, mengetik dan belajar mengeluarkan ide-ide serta menuliskannya dengan tata bahasa indonesia dan inggris yang baik. mudah-mudahan mereka betah dan rajin yang postingnya,. ga seperti aku yang angot-angotan....duh bahasanya ga banget.hehehe

Nah mulai sekarang kegian belajar mereka akan mereka posting masing-masing di blog pribadinya. Selain aku juga tetap menuliskan di blog milikku. Dengan demikian mereka jadi memiliki portofolio mereka sendiri berupa jurnal, dokumentasi dan lain-lain dan  mungkin juga postingan yang ga penting, namun keinginan dan keinginan belajar mereka sungguh membuatku bangga

Taman kota cantik dekat rumah

Setelah sekian lama,  akhirnya kompleks perumahanku  memiliki sebuah taman kota yang cantik dan sejuk. Aku agak surprise juga melihatnya saat aku melewati taman yang hampir tiap hari kulewati itu sungguh terlihat berbeda banget. Sebelumnya disekitar taman itu banyak berdiri lapak dan  kios liar penjual makanan yang kumuh dan juga dijadikan tempat parkir angkot. Setelah sekian lama taman itu tertutupi seng,  akhirnya hari itu aku takjub melihat perubahan taman kota yang dulu kumuh dan berantakan itu menjelma menjadi taman yang cantik.

Nah saat aku menjemput anak-anak dari les jarimatika aku berinisiatif untuk mampir bermain ke taman kota yang baru itu, anak-anak tentu senang sekali....terimakasih pada pemerintah Kota Tangerang yang ternyata perhatian pada warga perumnas 1 Tangerang, dengan memberikan ruang terbuka hijau yang nyaman untuk tempat bermain bagi masyarakat terutama anak-anak, pokoknya kami senang deh.







Kapan-kapan kami pasti mampir lagi untuk bermain sambil belajar disini dan sambil bawa makan siang... waaah udah ngebayangin enaknya makan lesehan di taman.......asyiik.

Semoga masyarakatnya juga mau menjaga keindahan, kebersihan  dan kelestarian taman kota dengan ikut memeliharanya. Semoga aparat juga bisa bertindak tegas dengan tidak membiarkan pedagang membangun kios dan lapak-lapak kumuh disekitar taman. Karena yang aku tau pedagang liar itu terkenal bandel meskipun sudah digusur tidak lama merekaakan  nekad membangun kembali lapak mereka di sana,  Hhhhhh. semoga amiennn

Selasa, 12 Februari 2013

Recharge semangat ber Homeschooling dengan WEBINAR


Aku baru mengetahui bahwa keluarga Sumardiono atau Mas Aar mengadakan Webinar alias Web seminar alias seminar online, sayangnya aku baru tau setelah webinar sesi 1 selesai,  untungnya masih 6 sesi lagi yang belum dilaunch, asyiiik masih banyak waktu niih untuk daftar. Tanpa buang waktu aku kirim email ke mba Lala untuk info pendaftarannya.Biayanya  tidak terlalu mahal hanya 200 ribu untuk 7  sesi  atau 35 ribu per sesi dan sesi 1 masih dapat kita simak rekamannya supaya ngga lost dan masih bisa nyambung pada saat ikut sesi 2nya.

Seminar diadakan setiap kamis malam jam 7 pm - 9 pm, aku hampir-hampir terlambat mengikuti webinar gara-gara kuota internetku habis dan harus isi ulang pulsa. Duhh mana rada gaptek lagi pas sign in ke wiziq untuk bisa gabung. Tapi alhamdulilah meskipun aku ketinggalan 30 menit saja, dan bisa mengikuti webinar sesi 2 sampai usai.

Pada sesi ini saya banyak mendapat pencerahan tentang metode-metode homeschooling yang bisa diaplikasikan beserta contoh-contohnya. aku jadi merasa bodoh dan picik karena hampir selama ini aku menggunakan metode school at home alias memindahkan gaya belajar sekolah ke rumah yang memang hampir mustahil dilakukan dengan efektif. Ternyata banyak metode belajar yang bisa dilakukan pada anak tanpa membuat anak merasa bosan dan tentumya mengasyikan. karena inti dari homeschooling adalah orangtua itu bukan guru tapi menjadi fasilitator bagi anak. Namun memang orangtua juga dituntut memiliki wawasan dan ilmu yang cukup luas karena paling tidak kita harus ikut belajar bersama anak kita. kata mba Lala esensi dari homeschooling adalah... raising our children...raising ourselves..

Di webinar kita juga bisa bertanya langsung pada Mas Aar tentang apapun yang berhubungan dengan topik dan chating dengan teman-teman peserta webinar lainnya, sambil sharing serta menanggapi topik yang tengah dibicarakan. pesertanya sekitar 50 orang dari seluruh indonesia bahkan ada yang dari luar negeri. seru dan asyik...aku merasa tidak sendiri menjalaninya dan mendapat darah baru bagi homeschooling bagi anak-anakku.Thanks Webinar ntar cerita lagi yaa di sesi berikutnya....masih bersambung soalnya hehe




Ujian untuk homeschooling anak-anakku


Beberapa hari ini aku sempat galau karena Ninis terancam tidak bisa mengikuti ujian UNPK karena menurut oknum diknas yang kutemui, karena Ninis tidak pernah sekolah,  menyebabkannya tidak punya Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan itu berpengaruh pada sulitnya Ninis untuk ikut UNPK nanti. oknum tersebut malah menyarankan agar aku mendaftarkan Ninis terlebih dahulu ke sekolah SD meski sekedar formalitas agar bisa mendapatkan nomor induk supaya bisa ikut UNPK.Tentu saja aku yang yang masih berpikiran bahwa ijasah itu penting, langsung galau dengan legalitas Homeschooling yang dijalani Ninis.

Bodohnya aku, tanpa bertanya dan cari info dulu pada para pakar per homeschoolingan. aku langsung bertanya kebeberapa sekolah SD swasta untuk mendaftarkan Ninis. Namun sayang baru satu sekolah dasar swasta yang aku datangi hasilnya sudah mengecewakan. ketika mereka tahu bahwa Ninis anak Homeschooling dan berniat mendaftar untuk sekolah. mereka langsung bingung karena Ninis sudah berusia 8.5 tahun dan mereka bersikeras untuk menempatkan Ninis di kelas 1 lagi karena menurut mereka NISN hanya bisa didapat siswa mulai kelas 1. Ketika aku memberitahukan bahwa ada UU sisdiknas yang sudah mengatur bahwa HSer bisa pindah ke sekolah formal dengan tes penempatan, mereka tetap bergeming bahwa Ninis tetap harus mengulang dari kelas 1, Hallahh....

Aku pun mencoba untuk bertanya langsung dengan pakarnya Homeschooling yaitu mba Mira Julia, dan mencoba juga bertanya pada PKBM lain tentang prasyarat Ujian Paket A apakah harus memiliki NISN, ternyataaaa............"TIDAK ADA HUBUNGAN NISN DENGAN UNPK PAKET A". syaratnya cuma pas photo saja titik!!!!.

Soooo,...jadi Alhamdulillah Ninis akhirnya melanjutkan HSnya dengan tenang tanpa harus merasa was-was. Ahhh gara-gara kurang informasi, aku hampir saja membuang-buang waktu HS yang selama ini kujalani dan tentunya  biaya. Aku bertekad akan banyak mencari informasi agar lebih mantap menjalani Homeschooling dan tidak lagi terjebak dan tertipu oleh oknum2 yang mencari keuntungan dari ketidaktahuan aku. Bagiku ini merupakan ujian bagiku dalam Homeschooling yang kujalani bersama anak-anakku. kuncinya carilah informasi sebanyak-banyaknya agar Homeschooling berjalan sukses dan percaya diri menjalaninya..

Rabu, 06 Februari 2013

Membuat Lapbook tentang bentuk benda


Sudah lama Ninis tidak membuat Lapbook, kali ini ia merengek ingin membuat lapbook pelajaran IPA yaitu tentang bentuk benda yang kategorinya Benda padat, cair dan Gas. Ia terlihat semangat dan asyik mengerjakan lapbooknya dan menggambar sendiri contoh benda-bendanya.

Sebenarnya membuat lapbook adalah cara paling asyik untuk belajar karena selain kita juga mempelajari sebuah tema atau materi pelajaran tapi juga sekaligus berkreasi dengan menggambar, menggunting, melipat dan menulis.

Kadang aku merasa bersalah karena sering tidak sempat menemani anak-anakku membuat lapbook karena memang kadang memakan waktu seharian membuatnya jadi sering tidak sempat dan suka malas..ahhh mestinya aku harus lebih komit lagi ya dengan pilihanku menghomeschoolingkan anak-anakku..dengan membuang rasa malas dan membuang jauh-jauh metode school at home yang sebenarnya membosankan dan sering membuatku terjebak bila sedang malas.

Nah kan...gaya mengajar guru seperti ini nih yang harusnya kuubah,  menerangkan sebentar,  kasih tugas, lalu menyuruh anak mengerjakan.....hasilnya tinggal dinilai..enak bener. Kalo gitu apa bedanya, sama aja kayak sekolah yak.....hallahhhh.................maafkan ummi ya anak-anakku sayang.....harus diupgrade lagi nihhh semangatnya...